Berita Terbaru
RSSInvestor Tol Masih Nihil
29 Juli 2010
SAMARINDA – Keinginan Pemprov Kaltim untuk mengajak sejumlah investor dalam membangun jalan tol ruas Balikpapan-Samarinda, belum juga terwujud. Yang berminat memang ada. Namun belum satu pun yang melangkah ke tahapan yang lebih konkret.
Beraharap dari pemerintah Pusat pun tak kalah ketidakjelasannya. Pusat pernah berjanji bakal membantu 300 juta Dolar AS (sekitar Rp 3 triliun) melalui dana pinjaman luar negeri. Tapi sama dengan para calon investor yang pernah menyatakan minatnya, Pusat hingga kini belum memberi persetujuannya secara resmi. Jika kondisinya begini terus, bukan tidak mungkin, terpaksa APBD Provinsi Kaltim yang harus menalangi seluruh anggarannya.
Dianggarkan Rp500 Juta
28 Juli 2010
SAMARINDA. Jl Adam Malik II dan Gang Al Mujahiddin Jl Slamet Riadi Sungai Kunjang dipastikan bisa mulus tahun ini. Setelah Lurah Karang Asam Ulu, kini kepastian disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Samarinda, Ir Dadang Airlangga MMT.Kata Dadang, badan jalan yang kini mirip bubur kacang kala diguyur hujan itu menjadi perhatian serius pihaknya. Bahkan itu masuk dalam daftar prioritas perbaikan jalan akhir tahun ini. "Anggarannya juga sudah siap. Tinggal menunggu proses lelangnya," ujarnya.
7.000 KK Terhambat Distribusi Air
28 Juli 2010
SAMARINDA – Masyarakat di kecamatan Sungai Kunjang dan sekitarnya diminta untuk bersabar terhadap pelayanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pasalnya sekitar 7.000 KK lebih, hampir dipastikan akan terhambat distribusi airnya sejak hari ini hingga 15 hari ke depan, dikarenakan adanya proyek pergantian pipa baru saluran air oleh PDAM di Jembatan Mahakam.
Khususnya bagi warga yang bermukim di kawasan Jl Slamet Riyadi, Ir Sutami, Untung Suropati, Carpotex hingga kawasan Loa Bakung dan sekitarnya. Selama ini kawasan itu dialiri dari unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Lipan Samarinda Seberang, namun karena proyek pergantian pipa tersebut, sehingga harus dialihkan sementara pada unit IPA Bendang I.
Kemegahan Stadion Palaran Tidak Tampak Lagi
28 Juli 2010
PEMPROV Kaltim boleh dibilang lebih pandai membangun ketimbang memelihara. Lihatlah bangunan megah Stadion Utama Palaran, Samarinda yang menghabiskan dana sekitar Rp 1,2 triliun, kini merana. Rumput ilalang dibiarkan tumbuh subur di halaman luar dan dalam pagar. Beberapa bangunan pun retak karena tak terurus.
Upacara pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII 2008 silam, agaknya menjadi klimaks dari semua upaya dan daya yang dimiliki Pemprov. Begitu pesta usai, berakhir pula perhatian terhadapnya. Tapi kalau menyaksikan bangunan itu sekarang, mungkin tak pernah tergambar dalam benak orang bahwa ini adalah bangunan stadion yang diklaim paling megah di Indonesia. Tingginya setara dengan bangunan gedung bertingkat 20 lantai.
Pengembang Wajib Normalisasikan Parit
27 Juli 2010
SAMARINDA. Pengembang proyek Pasar Sungai Dama Baru, yang berlokasi di bekas bangunan Asrama Polisi (Aspol) Tenggiri, Jl Otto Iskandardinata, Samarinda Ilir, merasa tak sepenuhnya bersalah terakait banjir lumpur dan sisa-sisa material proyek.
Sebelumnya, guna menanggulangi banjir seperti yang dituding warga, pihak pengembang mengakui telah melakukan antisipasi dengan membersihkan saluran drainase di sekitar proyek.
"Sepanjang parit di depan proyek cukup dalam. Saat hujan, air yang meluber ke jalan hingga ke pemukiman warga itu tidak sepenuhnya akibat pembangunan proyek. Derasnya debit air dari gunung, juga menjadi penyebab banjir," kata H Unan, pengembang Proyek Pasar Sungai Dama Baru.
Pusat Kurangi Rp 100 Miliar
27 Juli 2010
SAMARINDA – Pemerintah Pusat mengurangi alokasi dana perbaikan infrastruktur jalan di Kaltim sekitar Rp 100 miliar pada tahun 2010. Total dana yang diberikan tahun ini hanya Rp 600 miliar. Tahun sebelumnya, Pusat memberi sekitar Rp 700 miliar. Belum diketahui kenapa Pusat mengurangi anggaran infrastruktur yang harus justru ditambah.
"Kami tidak tahu alasannya pusat sehingga anggarannya untuk 2010 ini justru kurang dari tahun sebelumnya. Padahal kalau dilihat di lapangan, justru di 2010 ini banyak yang harus kita perbaiki," kata Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim Husinsyah di Samarinda
Tujuh Perusahaan Tersingkir
26 Juli 2010
SAMARINDA – Proses lelang proyek pembangunan jalan tol ruas Balikpapan- Samarinda mulai memasuki tahapan akhir. Saat ini hanya tersisa 13 perusahaan yang dinyatakan lolos tahapan pra kualifikasi. Selanjutnya mereka akan diproses lagi untuk menjadi pemenang dari proyek senilai Rp 2 triliun itu.
Sebelumnya ada sebanyak 40 perusahaan yang mengambil dokumen ketika pelelangan dibuka secara umum. Namun hingga penutupan masa lelang, hanya 20 perusahaan yang mengembalikan dokumen untuk lima segmen pekerjaan yang telah ditetapkan oleh panitia lelang Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim.
Mendagri Batalkan Pungutan Kayu di Mahakam
26 Juli 2010
SAMARINDA – Perjuangan Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) Kaltim untuk membatalkan pungutan resmi sebesar Rp 2.500 per meter kubik dari setiap kayu lapis (plywood) maupun kayu gelondongan yang melintas di Sungai Mahakam akhirnya membuahkan hasil. Hal itu menyusul dibatalkannya Peraturan Daerah (Perda) No 24 Tahun 2004 dan Peraturan Walikota Samarinda No 15 Tahun 2007.
Perda tentang Peredaran Hasil Hutan Kayu di Wilayah Samarinda dan Peraturan Walikota yang memuat penetapan tarif dan pelaksanaan retribusi hasil kayu itu dicabut oleh Permendagri No 304 dan 305 Tahun 2009.
Kaltim Minta Jatah Dana Dekonsentrasi
26 Juli 2010
SAMARINDA. Kaltim yang merupakan kawasan paling dekat dengan perbatasan meminta jatah dana dekonsentrasi kepada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Itu karena BNPP juga sudah mendapat persetujuan dari Presiden, untuk mendapat anggaran Rp700 miliar, untuk seluruh provinsi di seluruh Indonesia yang memiliki perbatasan.
Menurut Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Tertinggal Kaltim DR Adri Paton adalah langkah yang baik. Apalagi dikatakannya, nilai daftar usulan tersebut belum diketahui karena masih disusun, tapi menurutnya dengan dibentuiknya BNPP dan mendapat anggaran yang cukup besar untuk membangun dan terus mengupayakan membangun daerah perbatasan,
Penjual BBM Eceran Diserbu
26 Juli 2010
SAMARINDA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di beberapa SPBU dapat menyebabkan harga BBM dapat melambung hingga dua kali lipat di pasar eceran.
Kelangkaan ini diperparah dengan keberadaan spekulan yang memanfaatkan momen kelangkaan untuk meraih untung tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat umum. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Sudarno, meminta aparat keamanan antisipasi dengan menindak tegas spekulan nakal yang memanfaatkan momen ini,
“Kelangkaan ini pasti ada sebabnya. Jika tidak diantisipasi secepatnya, tentu meresahkan masyarakat. Jika tidak ditangani secepatnya, harga BBM bisa naik dua kali lipat,” ucap anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.